Hari Kedua IHT SMKN 1 Wringin: Fokus Perkuat Literasi, Numerasi, dan Implementasi AKM Berbasis Konteks Kejuruan

Inovasi Sekolah
02 July 2026

Bagikan Artikel

Sebarkan informasi menarik ini

WhatsApp Image 2026-07-03 at 15.09.40.jpeg

BONDOWOSO – Memasuki hari kedua pelaksanaan In House Training (IHT), SMK Negeri 1 Wringin terus mematangkan kesiapan menjelang Tahun Ajaran 2026/2027. Agenda yang digelar pada Kamis (2/7/2026) di Aula SMKN 1 Wringin ini difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, serta implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dalam lingkungan pembelajaran SMK.

Selaku pembawa acara yang bertugas yakni Ibu Siti Fatimah, S.Pd.I., pembacaan doa oleh Bapak Ikang Fauzi, S.Pd., serta dilanjutkan dengan arahan dari Kepala SMKN 1 Wringin, Ibu Siti Any Maya Shulhah, S.Sn., M.Pd.

Rencana Membangun Bank Soal dan Optimalisasi Perpustakaan Dalam sambutannya, Kepala Sekolah mengajak seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk menumbuhkan semangat baru dalam meningkatkan budaya literasi dan numerasi. Ia juga mengapresiasi Pengawas SMK Kabupaten Bondowoso yang konsisten mendampingi sekolah dalam meningkatkan capaian Rapor Pendidikan.

Lebih lanjut, Siti Any Maya menekankan peran strategis Kepala Perpustakaan sebagai motor penggerak literasi di sekolah. Ia turut mencanangkan program jangka panjang berupa pembuatan bank soal hasil kolaborasi seluruh guru.

"Bank soal ini nantinya akan berfungsi sebagai sarana latihan Tes Kompetensi Akademik (TKA), AKM, sekaligus instrumen utama dalam memacu peningkatan kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi siswa," jelas Siti Any Maya.

  • Transformasi Pembelajaran: Bawa Data Industri ke Ruang Kelas

Hadir sebagai narasumber utama, Ibu Sielfiana, S.T., M.Pd., mengusung tema materi "Menumbuhkan Nalar Literasi dan Numerasi melalui Konteks Kejuruan." Pada sesi pertama, ia menekankan bahwa indikator utama Rapor Pendidikan bertumpu pada kemampuan literasi membaca dan numerasi, sehingga seluruh guru lintas mata pelajaran memikul tanggung jawab yang sama.

Memasuki sesi kedua, wanita yang akrab disapa bu silfi mengupas tuntas urgensi integrasi AKM. Ia mengingatkan bahwa AKM bukan sekadar pengganti ujian nasional, melainkan instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir fundamental yang sangat dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Untuk mewujudkannya, para guru diajak melakukan tiga langkah transformasi nyata:

  • 1. Membawa data industri ke dalam kelas.
  • 2. Menyusun asesmen berbasis studi kasus.
  • 3. Memperkuat kolaborasi antara guru normatif, adaptif, dan produktif.

Suasana intensif tersebut diselingi dengan sesi ice breaking penyegar suasana yang dipandu oleh Nurussaidah, S.H. sebelum jeda, serta Ibu Mega Prasetyo Prihandini, S.Pd.I. setelah istirahat siang.

Workshop Penyusunan dan Bedah Soal HOTS Praktik langsung dimulai pada pukul 11.00 WIB, di mana seluruh peserta ditantang menyusun 5 soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) berbasis literasi numerasi. Soal dirancang bervariasi mulai dari pilihan ganda kompleks, benar-salah, fakta-opini, hingga uraian dengan stimulus yang kontekstual.

Sesi siang diisi dengan presentasi kelompok. Setiap soal yang dipaparkan langsung ditelaah bersama dan mendapatkan masukan serta evaluasi komprehensif dari Ibu Sielfiana agar benar-benar selaras dengan karakteristik AKM SMK. Di sela-sela pemaparan, suasana kembali disegarkan lewat ice breaking yang dipandu oleh Bapak Arif Sholahuddin, S.Kom.

Kegiatan IHT hari kedua resmi berakhir pada pukul 15.45 WIB. Melalui pelatihan intensif ini, para pendidik SMKN 1 Wringin kini memiliki kesiapan yang lebih matang untuk menghadirkan model pembelajaran yang kontekstual, berpihak pada murid, serta mampu mencetak lulusan yang bernalar kritis di era transformasi pendidikan.

Baca Juga